Sabtu, 10 Maret 2012

Kuliah Lewat Twitter


Twitter, kini menjadi salah satu layanan media internet paling masyhur dan di gandrungi oleh masyarakat. Baik, kalangan orang dewasa maupun muda. Semua itu, seiring dengan kemajuan tekhnologi dan informasi yang sangat pesat. Di Indonesia sendiri, ada sekitar 22% dari 42 juta pengguna internet. Bahkan, menduduki peringkat ke lima terbesar di dunia. Apa faktor kelebihan twitter sehingga mampu menarik banyak simpatik masyarakat?
Jika kita mencermati perkembangan twiter hingga sekarang senantiasa up to date. Bahkan, beberapa fitur terbaru yang berkonsep multimedia akan segera di luncurkan. Seperti, menikmati video atau foto yang dapat dikirim bersama twit yang terdapat di ruang sisi kanan. Materi video dan foto tersebut dapat diambil beberapa situs, misal DailyBooth, DeviantART, Etsy, Flickr, Justin.TV dll. Tentunya, memanjakan bagi para penggunanya bukan?
Di negeri bernama Twitter, siapa saja bebas mengekpresikan diri. Baik bersifat mengenakan, keluhan, maupun menyebar fitnah dll. Goenawan Muhamad, sebagai penulis buku ini, mencoba mengisi statusnya di Twitter pribadinya terkait beberapa persoalan yang selalu mencuat ke permukaan publik. Ia, berusaha memberikan berbagai kritik, komentar, saran, dan tanggapan atas sajian-sajian yang di suguhkan media besar”TV”. Yang kebayakan penuh dengan berbagai aroma kurang sedap seperti, kepentingan politis. Dari mulai persoalan, politik dan demokrasi, keimanan, tokoh sejarah dll. Ia, ungkapkan di twitter pribadinya, yakni, kumpulan twiter@gm-gm.
Ia berasumsi, bahwa media kini terbatas dan hanya di kuasai oleh media besar terutama televisi. Baginya, merasa perlu untuk menyampaikan berbagai opininya ke publik lewat catatan twitter pribadinya. Goenawan Muhamad, mantan pemimpin redaksi koran tempo ini, tidak pernah absen. Padahal, hanya untuk update status. Bahkan, dalam setiap harinya ia mampu menuliskan opini 5-10 kali.
 Dari rutinitasnya tersebut, kemudian menjadi dua buah buku karyanya. Buku pertama, Pagi Dan Hal-Hal Yang Di Pungut Kembali. Kedua, Percikan Kumpulan Twitter. Buku kedua ini, mengajak kepada para pembaca untuk melihat peristiwa yang pernah mencuat di publik. Hemat penulis, tindakan Goenawan ini patut di berikan apresiasi. Di tengah kebebasan mengeluarkan pendapat dan membangun demokrasi yang lebih baik.
 Dalam buku ini, ada 13 tema yang menjadi judul opini pendeknya. Misalnya, infromasi dan media, politik dan demokrasi, bangsa dan negara, hukum dan keadilan dll. Sebagai contoh, salah satu opininya yang cukup pedas ia keluarkan dalam twitter pribadinya yakni, masalah hukum dan keadilan, Di masa maling teriak maling “orang sering dianggap maling” sebelum terbukti. Bahkan, melawan tuduhan juga di anggap tindakan permalingan.(hal,128) Tentu, apa yang di lontarkan Goenawan sangat wajar. Betapa kecewanya ia melihat supermasi hukum berjalan!
Melihat, merasakan, dan mengalami kondisi bangsanya yang tiada henti di rudung berbagai persoalan. Membuatanya, tidak bisa serta mendiamkan berbagai persoalan bangsa tanpa berbuat apa-apa. Sebagai bagaian dari putera bangsa, tentunya memunyai kewajiban untuk bersuara bukan? Menurutnya, twitter juga menjadi ajang balas jasa atas segala kemudahan yang di berikan internet tatkala mencari sumber informasi
Kuliah lewat twitter ini, Goenawan merasa bebas untuk mengeluarkan pendapatnya. Tanpa, merasa demi kepentingan kelompok maupun mencari simpatik. Independensi dapat terjaga. Bagi saya, mencermati sikap Goenawan ini ia, cukup kritis dan kreatif dalam menggunakan internet. Dan, membuat kita mengerti akan berbagai peritiwa yang telah terjadi di negeri ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar